jump to navigation

sorry 15 Januari, 2007

Posted by mustafasaputra in Newsletter, kisah perjalanan.
add a comment

halaman ini masih dalam rancangan

Talk Show Bersama Dr. Hidayat Nur Waid, MA 15 Januari, 2007

Posted by mustafasaputra in Uncategorized.
add a comment

 

Kedatangan Dr. Hidayat Nur Wahid, MA selaku ketua MPR-RI disambut oleh para tokoh masyarakat Aceh di Ajong Mon Mata dalam Talk Show dengan tema “Membangun Aceh Damai, Berdaulat dan Sejahtera. Acara temu tokoh masyarakat tersebut Pak Hidayat didampingi oleh Ustadz Raihan Iskandar, LC yang sekarang ini sedang pencalonan sebagai Wali
kota Banda Aceh berpasangan dengan T. Surya Darma, SE Ak. Kedatangan beliau ke Aceh dalam rangka safari Ramadhan dengan masyarakat Aceh yang dilanda tsunami tahun 2004 yang lalu. Sebelumnya Hidayat bersama rombongan telah berdoa bersama di makam tsunami yang berada di jalan Blang Bintang selepas dari Bandara Iskandar Muda. Talk Show yang dimulai sejak pagi Kamis (28/09) hingga menjelang dzuhur tersebut mengundang seribuan lebih masyarakat dari beberapa daerah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. 

Untuk mewujudkan kondisi tetap damai masing-masing kita harus melakukan dua hal yaitu menjauhi diri dari dosa-dosa dan menjalankan amal-amal sholeh begitu kata Hidayat dalam Talk Show yang dipandu oleh M. Nasir Djamil , S Ag yang juga calon Wakil gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera. Mangapa orang korupsi, karena belum sejahtera dengan mudah orang mencari harta yang haram makanya sejahtera dengan cara halal tidak akan terjadi kesenjangan sosial. Itulah perlunya kesejateraan segera terwujud, tegas manta Presiden Partai Keadilan Sejahtera sambil menunjukkan tema dalam sepanduk Talk Show tersebut. Masalah kemiskinan dari dulu bukan berkurang, maka tema sejahtera sangat tepat dalam memimpin bangsa ini. Ramadhan ini saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tambah Raihan Iskandar. Agar ini dapat berjalan dengan baik maka perlu dihidupkan Kejaksaan, Kepolisian, dan Kehakiman baru hokum dapat ditegakkan. Oleh karena itu harus ada yang mau jadi polisi, jaksa, dan hakim jika ingin ditegakkan hokum di
Indonesia sebab korupsi tidak lebih jahat dibandingkan terorisme. Masing-masing individu bagian dari solusi, kalau sadarkan kita maka semua masalah akan terselesaikan. Terkait implementasi syari’at Islam di Aceh terhadap sikap warga asing yang non muslim, seharusnya bagaimana menyadarkan orang Aceh sendiri untuk menjalankan syari’at Islam yang telah berlaku karena mereka akan ikut dengan aturan yang berlaku setempat. Karena mereka sendiri sudah bosan dengan budaya di negara mereka, ke negeri kita suka dengan keindahan alam dan ragam budaya kita, lanjut Hidayat dalam forum yang hadir dari berbagi kalangan baik mahasiswa, tokoh masyarakat, fungsionaris partai, ormas, tua-muda.

Selesai dari talk show di pendopo gubernur Dr. Hidayat Nur Wahid, MA melakukan kunjungan ke beberapa lembaga yang berada di Banda Aceh. Pertama beliau kunjung ke kantor Harian Sarambi Indonesia untuk memberikan harapan supaya media masa yang telah lama di Aceh ini dapat menjadi sarana informasi yang baik dalam menyukseskan PILKADA di NAD terlepas siapa yang akan menjadi pemimpin Aceh nantinya, pesan beliau ditemani M. Nasir Djami, S Ag manta wartawan Serambi Indonesia sebelum berkecimpung di legeslatif. Selanjutnya rombongan Dr. Hidayat Nur Wahid, MA berkunjung ke BRR untuk mendengar laporan singkat terkait selama ini sering terjadi keluhan dari masyarakat selama hampir dua tahun beraktivitas di Aceh, harapan beliau BRR dapat bekerja dengan lebih baik lagi dalam membangun kembali Aceh dan dapat terlayani masyarakat dengan merata. Sebelum berbuka puasa bersama dengan masyarakat Aceh Besar di Mesjid Lampeuneurut kecamatan Darul Imarah Pak Hidayat melihat sekolah yang dibuat oleh Turki di desa Lamlagang Banda Aceh. Menurut salah seorang staf yang bekerja di Turki tersebut bahwa mereka telah membangun sekolah yang sedemikian lengkap fasilitasnya melebihi dari Universitas Syiah Kuala tesebut di 152 negara. Untuk di Sumatra hanya baru ada satu di Aceh sedangkan di Jawa sudah ada dua, khusus untuk di Asia mereka fokus dalam masalah pendidikan, begitu kata staf mereka yang berwaga negara Indonesia.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Lhokseumawe, Dr. Hidayat Nur Wahid, MA meneyempatkan diri ceramah tarawih di Mesjid Raya Baiturrahman, sedangkan M. Nasir Djamil, S Ag berceramah di komplek Lembah Hijau Kecamatan Lueng Bata. Kemudian rombongan bergerak ke Lhokseumawe sekitar pukul 23.00 WIB untuk betemu dengan tokoh Masyarakat, Pemuda, Mahasiswa, Ormas, Orpol, Ulama Dayah yang merupakan bagian dari kegiatan safari Ramadhan 1427 H dalam suasana damai dan persiapan PILKADA di Aceh. (mus)

UNESCO Buat Pelatihan Desktop Publishing 15 Januari, 2007

Posted by mustafasaputra in Aktivitas.
1 comment so far

 

pelatihan desktop publishing

 

Melihat betapa pentingnya kemampuan mengoperasikan teknologi komunikasi dan informasi yang terus berkembang pesat, UNESCO Jakarta bekerjasama dengan Radio Nikoya mengadakan pelatihan Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi untuk para staf radio yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pelatihan yang diadakan mulai 13-17 Januari 2007 tersebut mengajarkan bagaimana merencanakan, mendesain newsletter dan pembuatan situs web. Radio Nikoya sebagai panitia pelaksana di Banda Aceh mengadakan kegiatan yang difasilitasi Instruktur oleh UNESCO dari
Jakarta menggunakan tempat di pusat computer Comunication and Cultural Centre (CCC).

Dalam pelatihan ini Mohammad Reiza sebagai intrustur desktop publishing menggunakan program Macromedia Freehand, yang merupakan sebuah program baru dan mudah dalam dunia desain. Metode ini sangat membantu dalam me-layout sebuah newsletter, majalah, atapun iklan sebuah produk yang ingin dipublikasikan. Selain itu juga akan dilatih setiap peserta bagaimana pembuatan situs web oleh Sirojul Munir dan pelatihan internet oleh Roesmanto yang diadakan pada hari 4 dan 5 dari pelatihan tersebut. Hal ini disebabkan komunikasi dunia maya begitu digalakkan baik dari kalangan anak muda hingga orang tua. Bahkan hampir semua instansi baik pemerintah maupun non-pemerintah menggunakan sarana internet sebagai sarana komunikasi paling efektif dan ekonomis, demikian penjelasan para intruktur kepada peserta.

Walaupun waktu pelatihan sangat singkat pihak intruktur memberikan waktu seluas-luasnya kepada peserta untuk berkonsultasi mengenai materi yang dianggap masih kurang jelas. Selain itu juga diharapkan kepada peserta pelatihan untuk sering-sering berlatih agar tidak mudah terlupa disebabkan banyak langkah-langkah kerja yang tidak mungkin dihafal tetapi sangat membantu dengan sering menggunakan program tersebut.

Pelatihan semacam ini sudah sering diadakan oleh pihak UNESCO sendiri seperti pelatihan pembuatan film documenter, jurnalistik, dan lain sebagainya yang menunjang pengembangan para generasi muda Aceh yang berbakat dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi , begitu kata Yunita sebagai penanggung jawab pelatihan dari UNESCO Jakarta. Untuk perkembangan lebih lanjut juga akan diadakan pelatihan lanjutan sesuai dengan pelatihan yang sudah pernah dilaksanakan selama ini. Diharapkan kepada 11 orang peserta nantinnya dapat mengembangkan program ini di lembaganya masing-masingdan bila perlu membuat pelatihan kepada stafnya. (mus)

Hello world! 15 Januari, 2007

Posted by mustafasaputra in Uncategorized.
3 comments

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!